Importir Keluhkan Penangguhan Gate Pass di Priok, Beban Logistik Terancam Melonjak
Penangguhan layanan gate pass di Pelabuhan Tanjung Priok menuai keluhan dari kalangan importir. Kebijakan ini dinilai berpotensi meningkatkan beban logistik secara signifikan, terutama akibat tertahannya arus barang dan membengkaknya biaya tambahan di pelabuhan.
BERITAREGULASI
3/18/20261 min baca


Kebijakan penangguhan penerbitan gate pass di Pelabuhan Tanjung Priok memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha impor. Para importir menilai kebijakan ini berisiko besar terhadap kelancaran distribusi barang serta berpotensi menaikkan biaya logistik secara signifikan.
Penangguhan gate pass menyebabkan terhambatnya proses pengeluaran barang dari terminal peti kemas. Akibatnya, kontainer tertahan lebih lama di pelabuhan, yang secara langsung memicu kenaikan biaya seperti demurrage (denda keterlambatan) dan biaya penumpukan (storage).
Tekanan Biaya pada Pelaku Usaha
Pelaku usaha menilai, kondisi ini akan meningkatkan beban operasional secara drastis. Selain harus menanggung biaya tambahan di pelabuhan, mereka juga menghadapi risiko terganggunya rantai pasok, terutama bagi industri yang mengandalkan bahan baku impor.
Keterlambatan distribusi tidak hanya berdampak pada importir, tetapi juga dapat merembet ke sektor industri manufaktur, distribusi barang, hingga harga di tingkat konsumen.
Ancaman terhadap Stabilitas Logistik
Penangguhan layanan ini dinilai berpotensi menimbulkan gangguan sistemik dalam rantai logistik nasional. Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama Indonesia memiliki peran vital dalam arus barang domestik maupun internasional.
Jika aktivitas pengeluaran barang terganggu dalam waktu lama, maka:
Terjadi penumpukan kontainer di pelabuhan
Kapasitas terminal menjadi terbebani
Distribusi barang ke berbagai daerah terhambat
Kondisi ini berpotensi memicu efek lanjutan seperti kenaikan harga barang dan terganggunya stabilitas pasokan.
Harapan Pelaku Usaha
Para importir berharap adanya evaluasi kebijakan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan dampak terhadap dunia usaha. Diperlukan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah dan pemangku kepentingan agar kebijakan yang diambil tidak justru memperberat sektor logistik nasional.
Sumber:
Artikel: “Importir Keluhkan Penangguhan Gate Pass di Priok, Beban Logistik Berisiko Melonjak”
Penulis: Rika Anggraeni – Bisnis.com
Tanggal publikasi: 16 Maret 2026
Link: https://ekonomi.bisnis.com/read/20260316/12/1960826/importir-keluhkan-penangguhan-gate-pass-di-priok-beban-logistik-berisiko-melonjak
Informasi Kontak
Email: bppginsi@ginsi-pusat.com
Telp: +62 21 4586 8266
Mobile Phone: +62 822 1184 5004
JL. RAYA KELAPA NIAS LC 1/17 KELAPA GADING BARAT, KELAPA GADING, JAKARTA UTARA
Tentang Portal
Pusat informasi dan layanan digital bagi anggota GINSI di seluruh Indonesia. Kami berkomitmen mendukung kelancaran arus barang impor melalui pendampingan regulasi, advokasi kebijakan, dan pengembangan jaringan bisnis internasional.
