GINSI Gelar Tasyakuran HUT ke-70 di Tengah Tantangan Ekonomi Global
Peringatan HUT ke-70 GINSI menjadi momentum refleksi atas kontribusi organisasi dalam mendukung sektor importasi, logistik, dan perdagangan nasional. Di tengah tantangan ekonomi global dan pelemahan nilai tukar Rupiah, GINSI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus memperjuangkan kepentingan pelaku usaha importir di Indonesia.
BERITA
5/22/2026


Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia atau GINSI memperingati hari ulang tahunnya yang ke-70 melalui acara tasyakuran yang berlangsung di kantor Badan Pengurus Pusat (BPP) GINSI di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis, 21 Mei 2026. Perayaan yang digelar secara sederhana namun penuh khidmat tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan panjang organisasi dalam mendukung dunia usaha impor dan logistik nasional.
Acara tasyakuran dihadiri oleh jajaran pengurus GINSI, perusahaan-perusahaan importir, pelaku usaha di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai sektor terkait. Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas eksistensi dan kontribusi GINSI selama tujuh dekade dalam mendukung perdagangan internasional Indonesia.
Suasana kebersamaan semakin terasa melalui prosesi pemotongan tumpeng yang menjadi simbol rasa syukur dan harapan akan keberlanjutan organisasi di masa mendatang. Hadir pula dalam acara tersebut Executive General Manager Pelabuhan Tanjung Priok, Yandri Tri Saputera, serta Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Indonesia (APTesindo), HM. Roy Rayadi.
Dalam sambutannya, Ketua Umum BPP GINSI, Capt H Subandi, menyampaikan bahwa dunia importasi saat ini tengah menghadapi tantangan yang cukup berat akibat dinamika geopolitik dan kondisi perekonomian global yang belum stabil. Menurutnya, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memberikan tekanan terhadap biaya impor, transportasi, serta logistik nasional.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kenaikan harga barang dan menurunnya daya beli masyarakat. Selain faktor global, pelaku usaha impor juga masih menghadapi sejumlah kebijakan domestik yang dinilai menjadi hambatan dalam aktivitas importasi, salah satunya terkait penerapan kewajiban Standar Nasional Indonesia (SNI) pada beberapa komoditas tertentu.
Meski demikian, GINSI tetap optimistis bahwa pemerintah dapat menghadirkan kebijakan dan solusi strategis guna memperkuat kondisi ekonomi nasional serta menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif bagi pelaku importasi dan perdagangan.
Sebagai organisasi resmi yang menaungi para pelaku usaha importir di Indonesia, GINSI selama ini berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan anggotanya melalui berbagai bentuk advokasi, komunikasi dengan pemerintah, hingga pemberian masukan terkait kebijakan perdagangan dan logistik nasional. Selain itu, GINSI juga terus berkomitmen mendukung kelancaran arus barang, penguatan rantai pasok, serta pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor perdagangan internasional.
Memasuki usia ke-70 tahun, GINSI diharapkan dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi tantangan perdagangan global yang semakin dinamis, sekaligus memperkuat daya saing sektor importasi Indonesia di tingkat internasional.
Informasi Kontak
Email: bppginsi@ginsi-pusat.com
Telp: +62 21 4586 8266
Mobile Phone: +62 822 1184 5004
JL. RAYA KELAPA NIAS LC 1/17 KELAPA GADING BARAT, KELAPA GADING, JAKARTA UTARA
Tentang Portal
Pusat informasi dan layanan digital bagi anggota GINSI di seluruh Indonesia. Kami berkomitmen mendukung kelancaran arus barang impor melalui pendampingan regulasi, advokasi kebijakan, dan pengembangan jaringan bisnis internasional.
